Sabtu, Mei 30, 2009

Hati-Hati Memilih Arm Motor

Monoshock memang keren untuk mendongkrak tampilan motor apalagi buat motor yang asalnya dari double shock..…apalagi mau ganti ke swing arm yang bentuk'y melengkung...wah kayak moge...jd keliatan lebih gagah...

Tapi perlu di perhatikan dalam memilih swingarm yang pas....supaya engga nyesel nantinya udah beli swingarm yang mahal ehh...performanya ga bagus..ato bawa kecepatan di atas 80 km/h udah goyang.



Adapun dari masing kontruksi tersebut punya kelebihan masing2…model konvensional kontruksi sederhana, tidak rumit dalam aplikasi, kestabilan juga baik, hanya jeleknya harus mengorban rumah filter udara, atau kalo ga mo ngorbanin filter maka jarak sumbu roda menjadi mulur yang menyebabkan motor kurang lincah dalam bermanuver.

Model multilink dirancang untuk memperpendek sumbu roda sehingga shock bisa dipasang mendem di antara swingarm dan tidak mengganggu filter udara..tetapi pemasangan kontruksinya lumayan ribet salah geometri dapat menyebabkan sok ambles atau kurang nyaman dipakai (bisa terlalu keras atau empuk) tapi kalo sudah ketemu setingnya lumayan lebih stabil disbanding model konvensional.

Setelah tentukan jenis arm baru beli deh shock yang mo dipakai rentang harga dari 200 rb samapi 1 jt juga ada…saran ane pake yang harganya diatas 400rb (baru) atau genuine soalnya awet, compression and reboundnya baik.(recommended : Satria 2 stroke)

Selain model twin shock, beberapa model sepeda motor di Indonesia menggunakan teknologi suspensi monoshock. Umumnya model ini dipakai pada sepeda motor model sport. Ciri utamanya adalah satu peredam kejut yang dipasang di rangka tengah, bagian depan dari lengan ayun. Keunggulannya dibandingkan model konvensional adalah lebih lembut, stabil, dan nyaman untuk manuver. Namun demikian memiliki keterbatasan dalam daya angkutnya.

Suspensi monoshock tidak cocok untuk mengangkut beban berat. Itu sebabnya lebih banyak dipasang pada sepeda motor bebek yang bergaya sport dengan kapasitas mesin besar.Sama seperti komponen sepeda motor umumnya, suspensi pun memiliki masa pakai. Pabrikan merekomendasikan masa pergantian suspensi pada angka 20.000 km. Alasannya, pelumas di dalam tabung memiliki umur masa pakai. Jika oli sudah encer, kerja as tidak optimal lagi. Yang terpenting dari perawatan suspensi adalah jangan mengangkut beban berlebihan, sehingga usia pakainya bisa lebih panjang. (ovi)***



Fungsional
Dari segi fungsional justru banyak pakar otomotif mengatakan bahwa supensi monoshock apabila digunakan sesuai petunjuk dan dalam kondisi optimal justru lebih lembut dibanding suspensi twin shock. Namun kekurangan suspensi Monoshock dibanding twin shock adalah keterbatasan daya angkut dan biaya teknologi tersebut. Karena dalam mengaplikasikanya dibutuhkan struktur sasis yang lebih kuat serta ukuran swing arm yang lebih besar dibanding suspensi twin Shock jadi disimpulkan suspensi twin shock sedikit lebih efisien dibanding suspensi monoshock.

Estetika Penampilan
Terus terang, dari segi penampilan bisa dibilang mutlak keunggulan berada di tangan suspensi monoshock. Hali ini terbukti dari banyaknya para pemilik motor yang menggunakan teknologi twin shock memodifikasi motornya menjadi monoshock. Sedangkan bisa dibilang tidak ada seorang biker yang ingin merubah tungganganya dari monoshock menjadi twin shock. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi dunia motor sport yang kesemuanya menggunakan suspensi monoshock.

Performa
Contoh paling mudah adalah kita kembali lagi pada dunia motor sport, baik dari balapan sirkuit, motor cross hingga reli Dakar semua motor telah menggunakan sistem monoshock ataupun untrak sebagai suspensi itu karena …
Monoshock itu membantu di kestabilan saat di tikungan. Kenapa? Karena distribusi beban motor dan pengendara akan tertumpu hanya pada satu bagian, yakni tengah lengan ayun. Bandingin deh sama stereo, udah pasti dong saat menikung, beban yang ditumpu kedua shock berbeda. Hitung sentrifugal untuk kedua shock berdasarkan radius dari pusat tikungan, hitung perbedaan “kemembalan” kedua shock, hitung,… (komentar pilihan -Troy)

Kesimpulanya
Tidak ada keunggulan lain suspensi twin shock selain kemampuannya mengangkut beban berat dan efisiensi ongkos produksi Tetapi bila ada pilihan aplikasi suspensi monoshok dengan harga yang sama dengan suspensi twin shock maka value for money pun beralih kepada suspensi monoshock. Sedangkan teknologi monoshock memiliki dua keunggulan mutlak terhadap teknologi twin shock, yaitu dari segi penampilan dan performa. Tetapi dibalik semuanya teknologi tersebut tidak akan bekerja maksimum tanpa ditunjang teknologi sasis dan suspensi depan yang mumpuni.

0 comments: